Dunia itu bulat. Bumi berputar. Hari demi hari berganti. Waktu demi waktu ku lewati. Malam menjadi pagi silih berganti. Aku adalah perempuan...perempuan yang akan tersenyum ketika melihat senyum indahmu. Aku adalah perempuan yang menyayangimu setulus hati....Aku adalah perempuan yang senantiasa menunggu kabarmu....aku adalah perempuan dengan penuh harapan. Iya itu adalah aku...aku yang dulu, sekarang aku sedikit berbeda. Iya berbeda sedikit.
Aku tak lagi menunggu kabarmu...aku tak lagi penuh harapan...aku lelah, lelah akan semua yang ku lakukan dan ku tunggu-tunggu selama ini tak kunjung datang. Aku resah..gelisah..takut apa yang aku ingin dan harapkan selama ini tak sesuai dengan keinginanku....aku letih, letih melihat sikapmu yang datang dan pergi sesukamu. Aku kesal...kesal karena aku hanya bisa diam dan menunggu serta menyayangimu setulus hati dari kejauhan tanpa ada status dan kejelasan yang pasti. Aku adalah..serpihan masa lalumu, iya aku hanyalah kenanganmu, aku hanyalah pelabuhan tempatmu bersinggah untuk sesaat.
Lama ku menunggumu...lama ku gelisah...ku tutup hatiku dan kubuka hatiku hanya untuk mu tapi sepertinya sia-sia karena kamu tak lagi memperdulikanku...fikiranku pun berantakan, sedikit demi sedikit aku berusaha melangkah lebih maju melangkah melawan arahmu...menjauh darimu....tidak bukannya aku ingin melupakanmu aku hanya ingin perasaan ini hilang....aku tak mau perasaanku mengusik hidupmu....aku berusaha menghilang...tidak peduli denganmu....tidak berhubungan denganmu...aku menjauhkan diri ku darimu agar aku bisa lebih tenang. Ini menyiksaku..menyiksa perasaanku seperti ini tapi harus ku lakukan, mungkin emang ini yang terbaik caranya.
Sedikit demi sedikit aku bisa melakukan hari-hariku tanpa ketergantungan memikirkan dirimu...ku lakukan hidupku dengan lebih senantiasa dan berusaha nyaman dengan hidupku seperti ini, aku bahagia...aku senang akhirnya...perasaanku lama kelamaan telah redup. Aku lega karena perasaanku tak lagi mengusik hidupmu, kita sudah bisa selayaknya teman.
Waktu terus berjalan tak bisa dihentikan...
Datanglah seorang pria yang ingin mengetuk hatiku.
Dia adalah pria yang amat baik..pria yang berbeda denganmu...pria yang sangat memperdulikanku...pria yang menyayangiku setulus hati...pria yang tetap menungguku...pria yang akhirnya mencuri hatiku.
Entah mengapa aku merasakan keganjalan...merasakan keanehan....hatiku tak terketuk olehnya. Hatiku datar...hatiku
kosong...hatiku hampa...ah tidak! ternyata ruang kecil dari hatiku masih
ada kamu.....
Jahatkah aku pada dia? aku tidak ingin jahat pada dia, tapi entah mengapa ternyata aku masih suka memikirkanmu walau tak sesering dulu...aku tidak menjadikan dia pemapiasan..tidak! aku tidak ada niatan seperti itu.
Fikiranku melayang...tatapanku kosong melihat awan, tuhan apa yang harus ku lakukan? aku peduli pada dia, dihatiku ada dia...tapi entah mengapa perasaanku berkata bahwa dihatikupun juga masih ada kamu. Apakah ini hanya fikiran sesaat? apakah ini hanya kerinduan sesaat? apakah aku adalah rumahmu bukan pelabuhan untuk bersinggah? lalu dia bagaimana? apakah aku akan mendapatkan happy ending seperti didongeng-dongeng?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar