Aku termenung dengan fikiranku. Terdiam tanpa kata-kata..padahal semuanya sedang kacau hati dan fikiranku beradu tak bisa ku hentikan. Haripun semakin malam, semakin gelap, semakin sunyi tetapi aku masih terbangun dengan fikiran-fikiran yang membuatku sulit untuk tidur bahkan memejamkan mata.
Aku sebenernya tidak tau apa yang sedang difikirkan otak ini kenapa hati dan fikiran tidak sesuai.
Ya memang akhir-akhir ini aku penuh dengan beban...beban fikiran, fikiran yang mungkin tidak harus difikiran tetapi tetap saja suka kefikiran. Huh dasar perempuan....aku suka kesal sendiri kenapa harus perempuan yang merasakan ini apakah laki-laki pernah merasakan seperti ini?
Aku terbelenggu dengan fikiran-fikiranku, bertanya-tanya pada diri sendiri...mengapa aku bisa seperti ini? mengapa aku bisa menyayangi dia seperti ini? dia telah pergi dan aku tidak tau akan kembali atau tidak.
Dia sudah melupakanku.......................................................................................................mungkin.
Dia sudah tidak memikirkanku lagi......................................................................................keliatannya sih gitu.
Dia...................................dia.........................dia..................................yang masih aku rindu dan sayang.
Dia sudah lebih maju selangkah dari aku tetapi mengapa...mengapa aku masih ditempat yang sama dan tak beranjak satu langkah pun. Tidak...bukannya aku tidak mau untuk melangkah aku mauuu aku berusaha tapi entah mengapa setiap aku melangkah pasti selalu akan kembali ketempat awalnya. Mengapa begini? mengapa sulit sekali untuk melangkah? padahal aku sudah berusaha.
Kesal...sedih...jelas. Aku bingung dengan diriku sendiri, kesal dengan diri sendiri kenapa aku bisa seperti ini?
Andai hidup itu bagaikan film-film atau novel yang happy ending...pasti enak banget. Pernah terfikir olehku mungkinkah akhir cerita dikehidupan ku nanti akan seperti itu? bahagia gitu? aku harap sih iya.
Sayang kenyataan lebih pahit daripada mimpi..atau bahkan dair apa yang diinginkan, mungkin lama-lama aku akan terbiasa seperti ini, aku hanya berusaha menikmati semua yang terjadi walau sulit iya sangat sulit.
Aku suka berfikir dan bertanya-tanya dalam hati...adakah yang mau mendengarkan kebingunganku seperti ini? membuatku tersenyum? melepaskan keluh kesahku? meminjamkan bahunya?
Terkadang yang dibutuhkan pada saat ini hanyalah seseorang yang mampu menenangkan dan mendengarkan keluh kesahku. Iya aku sedang membutuhkan orang itu...siapapun, siapa saja tanpa terkecuali. Walau sebenernya orang yang kuharapkan adalah kamu.
Maafkan...maafkan diriku yang masih mengharapkanmu dan menginginkanmu tetap disisiku, aku tak sanggup untuk menutupi atau berbohong pada perasaanku sendiri.........bahwa aku sudah tidak memperdulikanmu itu hanyalah kebohonganku.
Andai saja kamu tau perasaanku seperti apa, andai saja kau bisa merasakannya, andai saja....andai saja kamu tau semuanya.
Jika kamu sudah mengetahui semuanya apa yang akan kamu lakukan? apa yang kamu rasakan?
Fikiranku mulai kemana-mana.........................semakin tak karuan. Matapun terasa berat ingin rasanya aku tidur dan melupakan sejenak fikiran-fikianku tetapi sayang tak bisa.
Aku tidak tau sampai kapan seperti ini, aku masih disini menunggumu walau kau tak meminta ditunggu tetapi aku percaya selalu ada jalan untuk kembali kerumah. Mungkin aku adalah rumahmu jika tuhan menginginkan dan mengizinkannya kita akan dipertemukan kembali entah itu kapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar