Jumat, 14 Desember 2012

Penggalauan

Sakit ini...sakit hati ini hatiku....sudah lama ku rasakan. Aku tak mengerti bagaimana cara menjabarkan kata2 "sakit" pada hati ini. Mungkin kekecewaan yang aku rasakan, atau kekesalan atau bahkan kesedihan ku? rasanya semua menjadi satu campur aduk. Ya benar semua perasaan itu ada didalam hatiku....kekecewaan terhadap kamu yang telah lama pergi dan membohongiku. Kekesalan ku karena aku tidak mengetahui apa salah ku padamu sampai kau tega membohongiku. Kesedihanku karena kamu...kamu yang aku sayang meninggalkan ku begitu saja meninggalkanku tanpa memikirkan perasaan ku meninggalkan ku dan pergi bersamanya. Itukah yang namanya sakit hati? entahlah.
Aku pun berusaha mengubah diriku untuk menjadi yang lebih baik. Terus terang aku cape harus berpura-pura bahwa aku tidak apa2 bahwa aku baik2 saja. Kalo udah begini aku bisa apa? aku hanya bisa meratapi kesedihanku aku hanya bisa menangis
Menangis adalah cara paling ampuh untuk menenangi diriku sejenak karena semua luapan emosi yang tidak dapat ditahankan lagi akan menjadi sebuah air mata.
Aku mencurahkan semuanya kepada sahabatku dan mereka bilang mereka mengerti rasanya jadi aku. Apakah ia? yang menjalankan dan merasakan ini semua aku bukan mereka kan? apa mereka tau betapa aku sayang padanya?
Mereka menyuruh ku sabar sabar dan sabar. Jika mereka diposisiku apakah mereka bisa melakukan itu?
Aku merasa...apakah hanya aku yang berlebihan? mereka orang2 diluar sana melihatku seperti ini bagaimana? apakah mereka tidak pernah merasakan hal yang sama? apa peduli mereka kepadaku sampai2 mengomentariku?
aku diluput kebingungan dengan perasaan ku. Aku berusaha untuk menetralkan semua perasaan ku, aku menata rapi perasaanku walau sedikit sulit tetapi aku percaya tidak ada yang sulit jika belum diusahakan semaksimal mungkin. Aku yakin Tuhan mempunyai rencana lain bagi ku untuk yang lebih baik lagi semua ini hanya pelajaran untuk ku, aku mengerti sekarang sedikit orang pasti pernah merasakan seperti ini, makanya sahabat2 ku mengatakan mereka tau rasanya sakit seperti itu bagaimana walau berbeda kasus mungkin dengan ku tetapi hati mana yang tidak sakit jika ditinggalkan dalam keadaan sayang? mungkin ada beberapa orang yang tidak sakit. Aku tidak tau.
Dan aku mengerti sekarang teori memang lebih gampang dalam praktek ya jelas mereka hanya bisa menyuruh dan menyuruh tetapi saat melakukannya? mereka belum tentu bisa. Kalo udah kaya gini? hanya diri kita yang bisa membantu.
Ya aku mencoba memahami semua....semua yang sudah terjadi sekarang agar aku dapat melangkah sedikit lebih maju. Bukankah? "Life must go on"

Lama telah berlalu hatiku semakin tak menentu, datar rasanya seperti tidak mempunyai perasaan sisi kepekaan ku pun berkurang. Apakah karena aku terlalu lama menyendiri untuk menenangkan hati ini?Sudah lama aku sembuh dari luka ku aku mengenal mu mengenal dirimu yang baik dan perhatian. Entah mengapa aku tidak merasakan apapun pada mu. Sudah lama berteman dan saling berhubungan semakin kesini dirimu semakin dekat dengan ku. Apakah kamu menyukaiku? entahlah.
Sebulan pun saling mengenal satu sama lain akhirnya aku merasa nyaman berada di dekat mu. Jika salah satu dari kita ga ada kabar pasti dicari2 hehehe siapakah aku dihatimu? dan siapakah kamu dihatiku? jelas kamu adalah penyembuh lukaku kamu telah membuatku merasakan suka lagi pada seseorang. Tetapi aku? siapa kamu?
Semakin kesini semakin kesini aku bingung dengan hubungan ini apakah ini yang namanya hts? disatu sisi aku merasakan senang, tetapi disisi lain aku merasakan sedih karena jelas aku tidak boleh cemburu sama orang2 yang berada didekatmu. Tetapi kamu? kamu memperlakukan ku seperti aku milikmu. Aku? aku tidak berani memperlakukanmu seperti itu, aku....aku hanya tidak ingin mengekang mu aku hanya ingin kamu tau bahwa sebenernya aku merasakan cemburu juga saat kamu dekat dengan seseorang selain aku...apalagi kalau orang itu istimewa dimata mu.
Semua ku jalani begitu saja.....sampai akhirnya aku mencoba tidak mengabari kamu seminggu aku mencoba mengihilang dari mu, aku ingin tau apakah kamu mencari ku? apakah kamu mengkhawatirkan kabar ku? apakah kamu memikirkan ku?
Tetapi.........................................sayang amat teramat sayang sekali.....kamu tidak melakukan itu semua kamu terkesan cuek. Ada apa sebenernya? 2minggu pun aku tidak mengabarimu walau gelisah rasanya tetapi kamu tidak berusaha mencariku tidak. Tidak sama sekali.
Perasaan ku mulai merasakan tidak enak....aku menartawai diriku sendiri, aku terlalu bodoh untuk memikirkan itu aku jelas bukan siapa2 mu berani sekali aku memikirkan itu. 2minggu lebih pun berlalu dan sakit hati ku pun kembali ku rasakan aku tidak mengerti salah apa aku? kenapa harus aku lagi yang merasakan? kenapa disaat aku sudah bisa merasakan hati ini berdebar2 tetapi jadi jatuh hancur dan sakit? kenapa ini terlalu tidak adil untuk ku? apakah hanya aku saja yang belum sanggup menerima kenyataan ini? entah kenapa aku lagi.....ternyata selama ini kamu tidak mencariku karena kamu bertukar hape dengan pacar baru mu ya pacar baru mu. Dan kamu menjelaskan bahwa aku tidak lebih sebagai teman dekat mu dan kamu meminta aku menjauhkan mu serta melupakan semua yang terjadi agar pacar mu tidak salah paham dan cemburu pada ku. Betapa teganya kamu. Tidak kah kamu memikirkan perasaan ku? tidakkah kamu melihat aku sedikit pun? Tidak kah kamu mengerti perasaan ku?

Aku tidak tau apakah aku harus percaya adanya cinta dan sayang bila hanya disakiti terus.

Sabtu, 08 Desember 2012

Inikah Rasanya?


Ketika aku merasakan kebingungan yang ada di dalam diriku entah apa namanya ini aku hanya bisa menduga duga........
Aku terkadang suka tersenyum jika melihatmu walau dirimu belum tentu melihat ku. Ya memang lucu rasanya....melihatmu tersenyum saja membuatku senang bukan main membuatku bingung apa ini namanya yang aku rasa? Aku tak mengerti. Semakin lama diriku semakin larut dengan perasaan yang tidak jelas ini aku memang bingung tetapi aku menikmati, menikmati setiap waktu saat aku melihatmu, melihat mu tersenyum walau aku tau senyum mu bukan untuk ku. Tetapi aku suka dengan senyum mu bahkan semua tentang kamu. Ku rasa aku mengagumimu entah karena apa....apakah karena senyum mu yang membuat ku terpanah dengan mu? Aku tak mengerti....
Aku berusaha mencari tau namamu...twittermu..facebookmu...semua tentang kamu. Dari bertanya pada teman sampai ke orang-orang yang ada di dekatmu. Aku tak mengerti mengapa diriku ingin mengetahui dirimu lebih dalam. Sampai akhirnya aku mendapatkan semua informasi tentang mu dan itu membuatku tersenyum karena aku tau dirimu single baru ku sadari ternyata diriku menyukaimu, entah menyukai karena apa yang jelas aku ingin mengetahui dirimu lebih dalam lagi.
Aku selalu membuang muka saat kau ada di dekat ku walau kamu hanya berlalu jalan dengan teman mu aku tak sanggup melihat wajah mempesonamu aku hanya bisa melihat dan tersenyum dari kejauhan saat melihatmu. Aku tak ingin orang-orang mengetahui bahwa aku menyukaimu. Aku takut jika ada yang tahu lalu melaporkan semua yang sudah ku lakukan dan terjadi kepadamu aku..aku takut dirimu mengira aku yang engga2 atau bisa dibilang ilfeel. Tapi sayang....semua teman ku teman mu bahkan dirimu sudah mengetahui bahwa aku menyukaimu. Kamu tidak merespon sedikitpun kamu hanya tersenyum tanpa arti. Terkadang teman ku berkata bahwa dirimu malu saat aku melihatmu dan dirimu menanyaiku. Apakah itu artinya? hanya dirimu dan Tuhan yang tau.....Semakin lama aku larut dalam perasaan membingungkan ini. Aku sudah mendapatkan semua informasi dari twittermu, facebookmu, namamu, nama panggilanmu, pinbbmu, dll aku dapatkan semua.....kecuali hatimu ya hatimu...
Ketika ku tau ternyata dirimu menyukai sahabatku sendiri entah apa yang aku rasakan. Marah dengan sahabatku kah? atau marah dengan dirimu? atau marah dengan diriku? aku tak mengerti....semua begitu saja terjadi. Sudah ku lakukan untuk mendapatkan responmu, sudah ku titipkan semua pesan-pesanku pada teman-temanmu. Semua sudah mengetahui bahwa aku menyukaimu.......sahabat ku pun tau....Tapi hanya aku yang tidak tau bahwa dirimu tidak menyukai ku. Bahkan dirimu menyukai sahabatku sendiri entah apa ini rasanya......sedih kesal mungkin pada diri sendiri.
Sejak saat itulah aku tak berani menerka-nerka apa yang ku rasakan. Aku tak berani mengatakan bahwa aku menyukai seseorang aku tak berani bilang bahwa aku sedang dekat dengan seseorang karena aku takut....takut dengan kesalahan yang sama. Walau aku tau semua kesalahan adalah pembelajaran tetapi aku belum siap mengatakan bahwa aku dekat dengan seseorang dan aku suka padanya aku takut.....takut orang itu tidak merasakan yang sama denganku aku takut orang itu hanya menganggapku sebagai patung vigur atau bahkan tidak dianggap sama sekali. Aku tak mengerti jalan fikiranku yang sekarang.....sampai akhirnya aku menutup hatiku sebentar untuk menetralkan rasa kekesalan pada diri sendiri. Dan sampai aku berani membuka hatiku kepada seseorang...seseorang yang sudah lumayan lama ku kenal seseorang yang aku anggap hanya sekedar teman biasa tetapi....tak bisa ku pungkiri aku menyukainya,menyukai leluconnya aku menyukai perhatiannya, menyukai dukungannya, menyukai ceritanya, menyukai semua yang ada di dirinya....Aku tak mengerti mengapa perasaan ini datang lagi disaat ku nyaman dengan nya tetapi perasaan ini tidak membuatku nyaman. Ya karena aku takut...takut dengan balasan yang tidak setimpal aku takut ia tidak merasakan apa yang aku rasa. Entah kenapa fikiranku kemana-mana setelah perasaan itu muncul. Aku takut kehilanganmu aku takut aku tak bisa berteman lagi dengan mu tidak dapat sedekat ini jika kamu tau apa yang aku rasa. Tetapi mengapa semakin lama dirimu semakin dekat? apakah kamu merasakan apa yang aku rasa? atau apakah ini hanya halusinasi perasaanku? mengapa semakin lama dirimu semakin membuatku terbang seakan dirimu menyukaiku.....kenapa? dirimu begitu manis dan memanjakanku melebih seorang teman biasa. Aku tak mengerti. Andai kamu tau apa yg aku rasa apa yang akan kamu lakukan? Aku tau ini gila amat gila menurutku kita memang belum pernah bertemu sebelumnya bahkan kita kenal tanpa sengaja karena alat elektronik. Entah mengapa perasaan ini ada untuk dirimu...dirimu yang tidak aku ketahui bagaiman wujudnya....dirimu yang tidak ku ketahui kepribadian aslinya....dirimu.......semua tentang dirimu. Dan lucunya walau kita sudah berteman lama tetapi kita sama sekali tidak bertukar facebook/twitter/nomor hp. Apakah kau tidak berusaha mencari tau diriku lebih lanjut? apakah hanya aku saja yang memang kegeeran? aku pun tak berani mencari-cari tau informasi tentang dirimu, aku hanya bisa menikmati waktu bersamamu sama seperti yang dulu, bedanya dirimu selalu ada disaat ku membutuhkan mu walau aku tidak melihat senyum mu tetapi aku tetap tersenyum tiap kali kau menyapa dan mencari ku di bbm. Sampai lama kemudian....ingin rasanya aku mengajak mu bertemu tetapi....saat aku ingin mengajakmu kamu bercerita tentang perempuan ya perempuan yang kamu taksir walau aku tidak tau siapa....perasaanku tidak enak hatiku hancur...siapakah perempuan itu? apakah diriku? aku tidak tau, aku tetap menutupi perasaanku sampai aku menyuruhmu tetap mengejar perempuan itu walaupun aku berpura-pura.....jika perempuan itu bukan aku, mana mungkin aku mau menyuruhmu mengejar perempuan itu tetapi karena aku tidak tau siapa perempuan itu dan aku tidak ingin kamu curiga, aku suruhlah dirimu untuk melakukan itu. Sejak saat itu dirimu semakin manis dan perhatian dengan ku, apakah aku orangnya? aku hanya berharap dalam hati hanya aku dan Tuhan yang tau perasaanku. Aku tak berani menceritakan ini kepada siapa-siapa. Suatu ketika dirimu berubah....jarang bbm dan hal-hal lainnya seperti menjadi cuek disitulah aku mulai ingin mencari tau ada apa dengan dirimu? aku mendapatkan twittermu, facebookmu, dsb. Disitulah aku tau ternyata dirimu sedang dekat dengan teman wanita yang ada disosial mediamu....bahkan aku melihat updatean terakhirnya kamu baru ketemuan sama dia tadi, hancurrrrr........apa yang aku takutkan terjadi lagi. Aku tak mengerti apa yang salah dengan semua ini? Aku tidak mengerti ini salah aku yang terlalu berharap? atau dirimu yang terlalu manis? Aku butuh waktu untuk memahami semua ini aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku. Semua begitu menyakitkan....ketika aku sudah merasa yakin dengan perasaanku tetapi kenyataan berkata lain, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima semua ini.



"Diam tidak selalu emas kan? Jgn hanya dipendam jika tidak sanggup menahan beban masalah ceritakanlah pada temanmu atau curhakan lah maksut hatimu dengan updatean twitter atau lagu atau cerpen."


Tolong bantu...saya ingin mengumpulkan cerpen dan isnpirasi sebanyak-banyaknya untuk dijadikan novel (insyAllah). Kalo ada yang mau ceritanya diupdate ke blogg dan ada usul bisa koment/mention @cialicia. Thx;)

Selasa, 04 Desember 2012

Php?

Php satu kata seribu arti menurut gue. Php = Pemberi Harapan Palsu atau Penikmat Harapan Palsu.
Ya bisa diantara salah satu itu ya hehehe sekilas tentang php apa sih yg lo bayangin? sakit? harapan? kekecewaan? kalo ga mau di php-in ya jangan berharap. Nah! kalo dideketin mulu tapi gamau ngarep terus doi udah perhatian dan cocok banget sama kita gimana tuh? ya ngaca dooong emang dia perhatian dan deketin kita mulu itu ngerasain sama apa yang kamu rasa apa? ngarep abis itu namanya. hehehe=''')
kalo udah kaya gini kan susah ya..........namanya juga udah suka ditambah udah deket ditambah perhatian ditambah doi ga pernah cerita-cerita atau update status tentang cewe-cewe gitu. Nah! kalo udah gini sih namanya kamu yang php bukan doi. Iya kamu php 'Penikmat Harapan Palsu' kamu cuma bisa diem dan nikmatin semua yang terjadi seiring berjalannya waktu asalkan bersama dengan dia. EAAAA tapi itu nyakitin kamu? terus kalo udah kaya gitu doi dibilang php? kalo kamu suka ya coba ungkapin aja......"Tapi aku kan cewek" duh kan udah jaman emansipasi masih ga berani? yaudah karena kali ini musim kode meng-kode cobalah kamu meng-kode doi ya sukur2 kalo yg di kode itu ngerti dan peka ya kalo ga sama sekali ngerti sama peka mah.....mau diapain lagi? salah satunya cara yaitu menyatakannya langsung. Tapi ingat kalau ingin menyatakan perasaan dipastikan dulu kira2 emang bener ga sih kamu menyukai doi bahkan lebih? kamu jg jgn lupa lihat2 kalau doi responnya jelek dan ga bagus udah deh mending mundur aja.....dari pada nanti sakit hati. paitpait rasanya cikitcikitcikitttttt. Tapi kalo masih penasaran dan tetep berusaha mah gue salut beuuuuuut sama lo! apa lagi kalo cowo yg kaya begitu duhhhhhh pengorbanannya....kaya ga ada cewe lain tp itu keren berarti dia teguh pada pendiriannya. Tapi ada pengecualian juga kalo emang dia udah punya pacar mah jangan deh....mau nunggu dia putus? itu hak kamu:___). Kalo dia udah menolak kamu dan memilih kamu menjadi teman udah dehhhh lanjut aja temenan mungkin emang itu yang terbaik buat kamu dari pada nanti dia jadi ngejauhin kamu dan gamau kenal sama sekali? gapapa deh dia gajadi milik kamu tapi dia menganggap kamu sebagai teman, siapa tau bisa jadi sahabat? nah deketan sahabat kan....
Kamu juga harus bisa mengerti si doi seperti apa ya sekiranya mengerti kelakuannya...apalagi tipe cewe dan cowo itu berbeda2 nih....
1) Cuek. Biasanya kalo org yg kaya begini nih susah pekanya harus diungkapin biar doi ngerti.
2) Cool/Pendiam. Biasanya kalo yg kaya begini sih orangnya gamau ambil ribet sama kaya yg diatas bedanya menurut gue sih orang ini membuat penasaran.
3) Agresif. Kalo kaya gini sih gampang tinggal ngikutin tipenya aja dan yakinin doi deh.
4) Sukar ditebak/Random. biasanya kalo gini sih moodnya suka berubah-ubah dan gajelas gitu, kalo kaya gini nih repot jadinya harus nerka2.
5) DLL..........isi aja di comment sendiri atau bisa mention @cialicia hooo sedang butuh inspirasi untuk posting^^

SOOOOOOOOO?may hehehe ya kalo kaya gitu sih pilihan ada dikalian kalian yg baca.....mau jadi php yg mana. Remember!!! teori itu lebih gampang dari praktek and I know it.
tetap semangat bagi yg sedang memburu cinta semoga ga jadi korban php atau yg sudah menjadi php tolong bertaubatlah engkau.....bersyukurlah dirimu ada yg menyayangimu dengan tulus. SADAR YEAYYYY SADAR!!!


Senin, 03 Desember 2012

Sahabat


Sahabat....satu kata penuh dengan makna. Ya jelas, sahabat adalah orang yang menurutku sangat dapat kita percayai, tempat dimana berbagi cerita, suka-ria, keluh kesah. Semuanya di lewati dengan bersama-sama, tak peduli jika ada yang tumbang ataupun jatuh ke lubang yang salah, sahabat pasti akan selalu ada dan menerima kita apa adanya. Jika tidak seperti itu apakah itu namanya seorang sahabat? menurutku tidak. seorang sahabat dengan teman dekat memang maknanyanya hampir sama. Tapi...apa kamu tau bagaimana membedakan antara sahabat dan teman dekat? disini aku akan bercerita sedikit tentang sahabat.

(Lembaran baru, di pagi hari)
Pada pagi itu Ana sibuk dan kerepotan untuk bersiap-siap masuk sekolah. Kali ini, ia sangat bersemangat untuk masuk sekolah karena menurut dia hari ini adalah lembaran barunya.
"Baju...rapi. Rok...bersih. Sepatu...komplit!" serunya.
"Semangat banget kamu ka? hati-hati ya nanti berangkatnya. Ingat baca-baca doa ya kalo di jalan rawan soalnya daerah sana." ucap mamanya.
"Siap bos!" serunya kali ini dengan semangat.
"Ayok ka jalan ntar kesiangan lagi. Pulangnya jangan sampai salah naik angkot ya." ucap papanya.
"Naik apa deh? angkot yang warnannya putih kan pa? yang dari jalanan belokan itu kan? siap deh ntar tinggal tanya-tanya orang aja." ucapnya dengan senyuman.

Sesampainya disekolah, Ia pun terpesona dengan gerbang sekolah yang berwarna hitam serta tinggi itu membuat kesan sekolah itu bagus dimatanya.
"Gawat pa! aku telat kan tuh udah rame di lapangan." ucap Ana dengan paniknya.
"Yaudah kesana gih...jangan-jangan udah mau upacara." ucap papa sekenanya.
Ana memasuki lorong-lorong sekolah itu, ia mengelilingi lantai dasar untuk mencari kelasnya. Ya Ana adalah murid baru disekolahnya, ia pindah karena ayahnya menyuruhnya. Tak lama kemudian ia menemukan kelasnya yang berada dilantai 3 gedung sekolah itu letaknya di pinggir pojok menghadap gedung-gedung besar yang berada di permata hijau.
"8.4?" (katanya dalam hati, melihat ke arah atas yang berisi nama kelas)
"Nah! akhirnya aku dapat." ucapnya.
Ia memasuki kelas itu dan ternyata kelas itu sangatlah ramai dan berdebu. Ana mencari-cari bangku kosong, sampai akhirnya ia mendapatkan bangku yang berada di depan pojok sebelah kiri dekat dengan pintu kelas. Ia segera duduk di bangku itu dan mengambil selembar kertas dari buku yang berada di dalam tas nya untuk membersihkan bangku itu.
'Yaampun mama belum apa-apa rok ku bisa-bisa sudah kotor ini.' keluhnynya dalam hati (melihat rok putih yang sudah sedikit kena debu)
Kemudian ada seorang permpuan masuk kelas dan sedang mencari bangku panggil saja dengan sebutan Ey. Dengan spontan Ana melambaikan tangannya menyuruh agar perempuan itu duduk disebelahnya, dan tanpa berfikir panjang perempuan itu langsung menghampiri Ana. Tak sempat mereka berkenalan bel pun sudah berbunyi tandanya murid-murid untuk ke lapangan melaksanakan upacara bendera. Setelah selesai upacara bendera mereka kembali masuk ke dalam kelas dan tanpa berbicara sedikitpun, sampai akhirnya Ana memulai pembicaraannya. Ternyata perempuan itu bertolak belakang dengan Ana yang memiliki sifat ramah, pemalu dan tidak terlalu banyak bicara. Sedangkan Ey adalah perempuan yang ceria, cuek, bawel, dan percaya diri. Sampai akhirnya kita berbicara banyak mereka baru mengetahui bahwa mereka sama-sama anak pindahan.
"Duh ini bangku sama meja kotor banget sih! jorok banget ga ada yang bersihin apa ya na?" seru Ey kesal.
"Iya nih Ey rok baru ku saja jadi kotor, ini pakai kertas ku saja" ucap Ana (memberi beberapa lembar kertas).
"Ga ah na percuma buang-buang kertas aja. Coba gue tanya sama orang belakang ah ini kelas punya lap apa ga?!" ucap Ey sekenanya.
"Tapi Ey kita kan belom kenalan? ga sopan dong?" ucap Ana menanggapi.

"Eh lo...ada lap ga sih?" ucap Ey pada teman di belakangnya.
"Ga ada. Lo minta aja gih sama anak belakang" kata anak cowo yang duduk di belakang mereka.
"Hmmm duh males banget kalo gitu gimana ya." keluh Ey.
"Eh lo anak baru!!! nyari lap?" seru perempuan yang berada dipojok belakang.
"Iya punya?" jawab Ey.
(perempuan itu melempar lap yang kotor dan jatuhlah di atas kepala Ana)
"Hahahahahaha kocak banget hahaha bagus bagus kena deh" seru anak-anak sekelas
"Na?" tanya Ey.
"Iseng banget sih Ey udah aku bilang kan pakai kertas aja, kamu sih ga kena aku yang kena Ey kotor." seru Ana kesal.
"Maafin na, gue gatau kalo kaya gitu jadinya, merekanya aja iseng na."jawab Ey.
Bel istirahat pun berbunyi. Ana dan Ey tidak tahu letak-letak dan ruangan yang ada di sekolah ini sampai akhirnya mereka bertanya-tanya kepada murid yang sudah lama bersekolah disini tentang dimana letak kantin.
Tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi.
Perempuan yang dibelakangpun kembali menjahili Ana. "Oy anak baru bagi minum dong!" pinta perempuan itu. Mau tak mau Ana pun mengasih tempat minumnya ke perempuan itu. Tidak beberapa lama kemudian..."Ini makasih ya" ucap perempuan itu dengan melempar tempat minum Ana ke arah bangkunya, dengan reflek Ana menangkapnya dan melihat air nya suda tidak ada, ternyata airnya benar-benar dihabiskan oleh perempuan itu. 'Sabar sabar hari pertama.' keluh Ana dalam hati.

Sesampainya  dirumah Ana pun senang dengan hari pertamanya walaupun dikerjai oleh perempuan dibelakang itu yang sekarang sudah resmi menjadi ketua kelasnya yang bernama Fafa. Ia tidak menceritakan apapun kepada mamanya, walaupun mamanya tidak bertanya. Fafa adalah seorang perempuan yang memang terkenal di sekolah, dan ia terkenal suka menjahili murid baru serta berbuat sesukanya. Waktu berputar sangat cepat dimana pada waktu dulu Ana dan Ey hari-harinya selalu dikerjai dengan teman sekelasnya sampai akhirnya mereka menjadi bersahabat dengan Fafa dan kawan-kawan Fafa. Mereka kemana-mana bersama dan berbagi kisah cerita walau pun tidak semua masalah diceritakan, mereka terdiri dari 7 orang. Disinilah mulai adanya masalah duka dan ujian tentang kesetiaan sahabat.
"Na? gue mau main sama Ayu nih lo mau ikut ga?"ajak Ey.
"Ga ah Ey aku mau ngerjain pr dulu lain kali aja deh."tolak Ana.
"Na....ayook dong lo sekali-kali tuh harus ikut! jangan buku mulu buku mulu."pinta Ey.
"Ey kamu tau kan aku orangnya pemalu kalo belom deket sama orang lain."ucap Ana menjelaskan.
"Udah Na kali ini aja ya ikut please....."pinta Ey.
"Hai Ey jadi ga nih? ikut yuk na."ucap Ayu tiba-tiba dari belakang mereka.
"Eh yu jadi kok jadi itu mah hehehe tau nih si Ana katanya ga enak sama lo malu."ucap Ey kecewa.
"Yaampun Na cuek aja kali yuk ikut."sahut Ayu dengan senyuman.
"Tapi....yaudah deh kalo kalian maksa aku juga."seru Ana mengalah.
Ia berfikir tak ada salahnhya jika bermain sebentar refreshing toh ia jarang bermain dengan Ey bahkan bisa dibilang kalau jalan pasti tujuannya untuk mengerjakan pr. Sesampainya disebuah mall Ey dan Ayu pun mencari tempat foto box, ya mereka memang menyukai foto-foto. Berbeda dengan Ana yang jarang sekali foto, bisa dibilang Ana termasuk anak yang masih lugu dikalangan anak smp.
"Yukkk Na kita foto" ajak Ey.
"Ga ah Ey kamu aja gih sama Ayu"ucap Ana.
"Bisa ga sih jangan nolak mulu Na?" ucap Ey dengan nada sedikit kecewa.
"Iya deh iya" ucap Ana dengan pasrah.
berawal dari situlah mereka bertiga menjadi amat sangat dekat bahkan bisa dibilang sebagai sahabat, karena mereka sama-sama saling jujur dan membuat Ana menjadi tidak terlalu pemalu serta membuat Ana tidak terlalu kaku seperti biasanya. Pada suatu ketika Fafa memarahi Ey abis-abisan hingga membuat Ey kesal dan tak bisa menahan amarahnya. Entah apa yang difikirkan Fafa hingga memarahi Ey dengan kasar dan mengeluarkan kata-kata kotor. 'Fafa itu siapa? sahabatkah? apa ini yang dibilang dengan sahabat?' Tanya Ey dalam hati. Ana tidak tahu apa-apa tetapi sejak tadi pagi muka Ey menunjukan seperti penuh beban walaupun Ey berusaha menutupinya, Ana pun tak mengerti apa yang terjadi kepada dua sahabat nya yang akhir-akhir ini memang tak saling sapa dan berjauhan.
"Ey kamu kenapa?"tanya Ana.
"Na....." (memeluk Ana seraya menangis)
"Ey...loh loh Ey??? aku bingung. Yaudah kamu tenangin diri kamu dulu ya nanti cerita deh"ucap Ana menenangi Ey.
"Gue kesal na kesel sama Fafa kesel.....kenapa sih? siapa sih dia? Dia kaya anak kecil banget na! dia nganggep gue sebagai sahabatnya atau apasih? Asal lo tau ya na kita ga boleh main sama Ayu na! gila ga sih? emang dia siapa sih na? nyokap gue aja ga ngelarang-larang gue na. Dan lo na lo....lo dijelek-jelekin sama dia na gue kemarin denger dan gue marah besar sama dia na. Kita tuh bukan sahabatnya na! kita cuma dimanfaatin sama dia na." ucap Ey dengan kesal dan menangis.
"Ey...jangan gitu ah. Kita semua kan sahabat mungkin cuma salah faham gimana kalo diselesaiin baik-baik? jangan ngomong gitu ah Ey."ucap Ana dengan santai.

Beberapa hari pun terlewat mereka tidak sama sekali bermain dengan Ayu ataupun dengan Fafa karena mereka memilih untuk tidak memperkeruh masalah. Ana pun bingung dengan apa yang terjadi sebenernya  sampai pada akhirnya Ana lelah dan jenuh melihat kedua sahabatnya seperti ini Ana pun menghampiri Fafa "Fa aku mau bicara minta waktu kamu sebentar ya."ucap Ana dengan sopan.
"Mau ngomong apaan na?"ucap Fafa dengan santai.
"Fa kamu kenapa jadi jauh sih sama Ey? aku ga suka loh sahabatku jauh-jauhan gitu kalau ada masalah diselesaikan baik-baik dong fa."ucap Ana berterus terang.
"Apaansi na lo mau jadi pahlawan kesiangan? terus.....tunggu siapa bilang lo sahabat gue? denger ya na gue tau banget lo berdua main sama gue cuma mau cari eksis kan?"sahut Fafa dengan ketus.
"Yaampun fa kok kamu bisa berfikir gitu sih? ga fa ga sama sekali."ucap Ana dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan muna deh ya na gue tau lo main sama Ayu tuh ngegosipin gue dibelakang ketawa-tawa dan lo bangga?"seru Fafa dengan kesal.
"Yaampun fikiran kamu jahat banget sih fa! aku ga ada niat sedikitpun kaya gitu. Siapa sih orang yang bisa bikin kamu mikir gitu?"seru Ana sedikit kecewa, padangannya pun lurus kedepan entah harus berbicara apa lagi dengan Fafa.
"Bukan urusan lo na dan gue temenan sama lo cuma mau minta dikerjain pr doang kok gue jujur! Jangan berharap lebih ya cewe sok lugu!"bentak Fafa dan meninggalkan Ana sendiri.
Ana pun memikirkan semua yang dikatakan oleh Fafa. Ia semakin bingung dengan semuanya menurutnya ini adalah masalah kesalah pahaman belaka yang tak ada ujungnya. Ia kecewa dengan perkataan Fafa, 'kalau bersahabat hanya untuk memanfaatkan saja apa itu yang namanya sahabat?' fikir Ana dalam hati.

"Na? kok mukanya murung?"sapa teman sekelasnya bernama Binbin.
"Eh bin ga kok, cuma kecapaian aja nih" sahut Ana sekenanya.
Ana pun menutupi semua permasalahannya dari Ey ia tidak mau Ey khawatir ataupun tambah marah dengan Fafa, ia terpaksa berpura-pura seperti tidak ada masalah. Ia pun ingin mencari tahu asal mula mengapa Fafa bisa berbicara sejahat itu. Sekali-kali Ana melihat dengan siapa Fafa bermain dan berbicara, ia berfikir pasti Fafa dipengaruhi oleh seseorang. Sampai akhirnya Ana ketahuan oleh Binbin ketika sedang mengintili Fafa di kantin.
"Eh na...ngapain lo ngintip-ngintip?"ucap Binbin.
"Eh bin hmmm anu cuma liat-liat doang hehehe eh gue duluan ya"seru Ana yang terkejut dan meninggalkan Binbin secepat mungkin.

Seiring berjalannya waktu setahun sudah Ana dan Ey bersahabat ditambah dengan Ayu serta Binbin ya kini mereka bersahabat setelah kenaikan kelas dan berpisah kelas dengan Fafa mereka semakin lengket karena tidak ada yang melarang mereka untuk bermain bersama. Sebenernya sejak kejadian Fafa memarahi Ey, Ana dan Ey  pun jarang bermain dengan Fafa bahkan berbicara dengan Fafa. Mereka lebih sering menghabiskan waktu dengan Ayu dan Binbin yang tanpa di sadari menjadi sahabat. Dan usaha Ana untuk mencari tahu tentang permasalahan Ey dan Fafa pun sia-sia. Ana pun tak ingin mencari-cari tahu lebih lanjut lagi karena menurutnya Ey sudah cukup bahagia sekarang.
Sampai suatu ketika keluarga Ayu dan Ey menghadapi masalah. Ya masalah yang berat...yang membuat mereka berdua disekolah menjadi sedikit pendiam dan lebih mudah sensitif. Entah bagaimana ceritanya mereka berempat selalu menceritakan semua masalahnya dari yang terkecil sampai yang terbesar tanpa terkecuali.
"Kalian sedih ga kalo orang tua bangkrut?" tanya Ey.
Reflek semua terkejut "Ey? maksutnya?" ucap ketiga sahabatnya serentak.
"Iya...kalo udah miskin ada yang mau nemenin ga sih?" ucap Ey.
"Ih Ey...kamu ngomong apa sih...emangnya kamu kenapa? cerita dong Ey jangan setengah-setengah" ucap Ana.
"Iya Ey..jujur gue temenan ga liat duit-duitan kok Ey. Walaupun ga munafik ya mau punya temen orang tajir tapi ga musti ah gue terima apa adanya kok" sahut Ayu.
"Iya Ey. Jangan khawatir ya kita selalu ada buat lo apapun yang terjadi." tambah Binbin.
"Lo ngomong gitu karena lo belom lihat nanti gue miskin gimana. Lo belom lihat rumah gue kecil gimana, lo juga belom lihat kalo gue udah ga bisa ke mall bareng kalian." ucap Ey dengan kesal dan mulai menangis.
"Ey! kamu tuh ngomongnya....emang kamu mau miskin apa? tenang kok Ey kita sayang dan terima kamu apa adanya." sahut Ana menengankan diri Ey.
"Na....aaaa lo emang the best banget! gue...keluarga gue...hancur na hancur yu hancur bin! habis habis semuanya....bokap gue kelilit utang rumah gue diambil beserta isi-isinya dan rumah gue yang kedua kebakaran lo tau kan rumah gue abis kebakaran minggu kemarin. Dan....sekarang gue? tinggal dideket kolong jembatan, bokap gue belom dapet pinjeman serta rumah yang layak dipakai dan murah. Apa kalian masih mau deket-deket gue? gue udah miskin, bau, ga punya tempat tinggal, mimpi gue terputus semuanya" ucap Ey dengan isak tangis yang menjadi.
*Tertegun sebentar dan menghampiri serta memeluk ey*
"We always beside you Ey! We never ever leave you alone!" ucap ketiga sahabatnya serentak.
"Inget ya Ey kita sahabatan bukan untuk seneng-seneng dan foya-foya belaka."ucap Binbin
"Makasih semuanya kalian baik banget sama gue." ucap Ey dengan terharu.
Tidak beberapa lama kemudia ponsel Ayu pun berdering orang rumahnya menelpon dan menyuruhnya segera pulang. Ayu pun pulang dan ketika sampai dirumah Ayu pun terkejut dengan rumahnya yang berantakan.
"Ma....apa-apaan sih ini? kenapa berantakan gini" ucap Ayu dengan nada kesal.
"Papa kamu yu papa kamu mabuk-mabukan lagi dan ia mengambil perhiasan mu yu perhiasan mu!" tangis mamanya.
"Apa? Jahat!!!!!! papa benar-benar jahat. Perhiasan itu kan Ayu yang beli ma itu buat Ayu lanjut sma ma." sahut Ayu dengan isak tangis yang kejar.
"Ayu maafin mama yu mama udah mencoba mengambil perhiasan kamu tapi papa kamu benar-benar...."sahut mamanya dengan memeluk Ayu.
Ayu membalas memeluk mamanya dan melihat mamanya yang amat sangat disayanginya, fikiran Ayu pun kemana-mana ia sangat menyayangi kedua orang tuanya apapun yang terjadi. Ayu hanya ingin keluarganya selalu bersama-sama dan tidak seperti ini, ia rindu akan ayahnya yang seperti dulu.
"Udah ma udah gapapa Ayu ikhlas kok ikhlas asal mama ga dipukul sama papa, mama jangan nangis dan terlalu memikirkan perhiasan Ayu ya ma kalau ada rezeki bisa dibeli lagi ma." ucap Ayu berusaha menenangkan mamanya.


Ketika disekolah pun Ayu tetap berusaha seperti tidak apa-apa tetap tersenyum bahkan bercanda dengan teman-temannya. Ayu tidak ingin melihat teman-temannya khawatir dengan dirinya, Ayu pun tidak mau membuat teman-temannya sedih, cukup permasalahan Ey saja yang membuat semua sedih fikirnya. Namun usaha Ayu pun sia-sia ketika Ayu melihat ayahnya mabuk-mabukan di siang hari di dekat sekolahnya. Ia pun berlari menghampiri papanya tanpa rasa malu.
"Papa? papa ngapain disini?" tanya Ayu dengan nada kaget.
"Yu hehe nih mau ga minumannya? enak loh"ucap papanya dengan nada yang pelo.
"Pa kenapa papa harus begini sih?"tanya Ayu dengan serius.
"Hehehe kamu tuh ga ngerti apa-apa yu berhubung papa memakai perhiasanmu untuk membeli minuman ini hehehe jadi papa nawarin kamu deh. Mau ga?"ucap papanya menggoda.
"Pa yang benar saja masa aku meminum itu? pa Ayu kangen sama papa yang dulu." ucap Ayu, air matanya pun tak dapat ditahankan keluar begitu saja. Ya papa Ayu sudah hampir 4bulan terakhir menjadi suka mabuk-mabukan karena stress mengetahui bahwa ternyata Ayu mengedap penyakit Kanker otak yang Ayu dan mamanya pun tidak mengetahuinya, berhubung papanya baru saja di PHK papanya pun frustasi dan stres tidak siap menghadapi semua itu.
"Yu jaga kesehatan baik-baik ya hehehe papa mau pergi dulu. Lu ga usah pake nangis-nangis segala."ucap papa Ayu seenaknya.
ketiga sahabatnya pun heran dan menghampiri Ayu, yang pada akhirnya terpaksa Ayu menceritakan dan menjelaskan semua masalah yang terjadi kemarin. Mereka bertiga tidak memandang Ayu sebagai anak nakal, mereka tidak takut akan berteman dengan Ayu, mereka menyayangi Ayu. Ya mereka semua memang selalu seperti itu apapun yang terjadi dan masalah sesulit apapun tidak membuat mereka retak, mereka selalu menjujung prinsip kejujuran adalah kunci utamanya jika ada salah satu dari mereka melakukan kesalahan ataupun membuat salah satu dari mereka menjadi tidak enak atau risih mereka selalu membicarakannya dengan baik-baik.
Masalah demi masalah pun dilewati mereka bersama. Apapun yang terjadi mereka pun tetap bersatu walau mereka sekarang sudah saling mengetahui kekurangan masing-masing tetapi mereka tetap bersahabat dengan apa adanya sampai suatu ketika......
Keluarga Binbin sudah lama bercerai Binbin mengikuti ayahnya karena ibunya tak sanggup membiayai Binbin dan mengurus Binbin. Sampai akhirnya Binbin terkejut ketika mengetahui ibunya menikah dengan ayah teman sekelasnya sendiri yaitu Fafa. Ya ibu Binbin menikah dengan ayah Fafa dan disinilah semua bermula.....berawal dari Binbin yang tidak menyukai ayah Fafa menikah dengan ibunya, ia pun mendekati Fafa dan mengadu domba cerita antara persahabatan Fafa dan kawan-kawannya. Ia mengada-ngada bahwa Ayu menghasut Ey dan Ana untuk menjelek-jeleki Fafa, ia juga yang meprokatorkan Ey agar tidak pernah menyapa Fafa lagi semua ia lakukan semata-mata berbalas dendam pada ayahnya Fafa namun semuanya salah. Yang ada sekarang Fafa tahu semuanya dan Fafa baru mengetahui bahwa ibu tirinya adalah ibunya Binbin sampai akhirnya Fafa menceritakan semuanya kepada Ayu, Ey, dan Ana di depan Binbin. Wajah Binbin pun langsung putih pucat dan merasa malu.
"Yu, Ey, Na.....maaf maaf maaf banget maafin gue....gue ga bermaksud. Cara gue salah emang salah banget. Tapi, gue sekarang deket sama kalian bukan karena ada niatan bales dendam lagi kok, gue udah terima semuanya dengan ikhlas. Itu dulu gue hanya belum terima kalau orang tua gue harus pisah sedangkan kalian? Ana anak papi yang suka diantar jemput. Ayu anak kesayangan mamanya. Ey anak semata wayang yang apa-apa selalu dituruti. Gue ngiri sama kalian.....gue jahat iya gue jahat. Gue salah ga ngomong dari dulu sama kalian. Maaf....gue mohon, gapapa kok lo gamau berteman lagi sama gue asal mau maafin aja." ucap Binbin dengan terisak-isak.
"Bin.....gapapa kok aku seneng kamu jujur walaupun Fafa duluan yang cerita tapi seengganya kamu ga ngelak dan ngaku kalau itu semua perbuatan kamu," ucap Ana seraya mengelus bahu Binbin.
"Na lo terlalu baik....maafin gue na maafin gue yang pernah nyuruh anak-anak untuk minta dikerjain pr nya sama lo, karena waktu dulu gue berfikiran lo adalah anak yang sok baik. Tapi ternyata ga na lo emang beneran baik" isak Binbin.
"Kita semua sahabat kan? bisa saling memaafkan dan bersatu lagi kan?" ucap Ayu dan Ey serentak.
"Walaupun lo udah ngerusak nama jelek gue karena lo bilang gue adalah anak preman pindahan. Tapi gue maafin lo dan tetep jadi sahabat lo." seru Ey.
"Jangan di ulangin lagi ya bin...cukup pertama dan terakhir, karena cara kaya gitu tuh ga membuahkan hasil dan sia-sia."tambah Ayu.
"Iya..iya! janji! Love you my best" seru Binbin seraya memeluk ketiga sahabatnya.
Fafa pun tersenyum lega melihat semuanya yang sudah membaik, walaupun memang pada dasarnya Fafa berteman dengan Ana hanya untuk memanfaatkannya. Tetapi, sekarang Fafa berniat untuk menjadi orang yang lebih baik lagi sampai akhirnya Fafa menceritakan semua yang terjadi pada Ey, Ayu, dan Ana. Dan pada akhirnya mereka tetap bersahabat. Jelas kan sekarang bisa bedain mana yang namanya sahabat? dan teman dekat? ingat sahabat itu yang bisa menerima apa adanya dan mengkritik atau berkata jujur satu sama lain untuk kebaikan bersama.